Skip to main content

Menulis Buku dari Karya Ilmiah

 

 

Tanggal Pertemuan : 28 Januari 2022

Resume                      : 6

Tema                          : Menulis Buku dari Karya Ilmiah

Nara Sumber          : Noralia Purwa Yunita, M.Pd

Gelombang            : 23

Bismillah

Bersua lagi kita di pertemuan ke 6 Belajar Menulis, semangat semangat semangat, liat foto nara sumber yang di share oleh bu Raliyanti sebagai moderator malam ini, masih begitu muda namun prestasi serta buku yang sudah di keluarkannya ajib sekali ( bagus), kita belajar tidak mengenal usia dan kita menuntut ilmupun sama siapa saja tidak memandang apa dia lebih tua, atau muda, jikalau orang tersebut dengan seabreh prestasi dan ilmu yang di milikinya siap untuk  mengamalkan maka kitapun siap mentrasfernya.

   Muda dan penuh talenta bernama Noralia Purwa Yunita, M.Pd. semoga anakku atau punya mantu seperti ibu muda ini ( intermezo dikit sambil berharap),  lebih tepatnya saya panggil neng aja ya ehhh...ms deh biar umum 

  Tema malam ini "Menulis dari Karya Ilmiah" dulu sempet terpikir tapi hanya sebatas terpikir lalu lenyap sampai ga terbersit lagi

  Memang benar pastinya sebagian banyak dari kita laporan akhir,  skripsi, karya ilmiah, bahkan tesis, banyak yang banya mengisi lemari di rumah, di bukapun tidak, hanya ketika di pindah tempatnya kalau lagi beres-beres rumah, itu juga cuma di lap doang tanpa di buka apalagi di baca, padahal waktu membuatnya menguras segalanya ya pikiran, ya meteri, ya fisik maupun psikis, cape pikiran, cape hati, cape badan seabreg cape deh pokoknya.

   Kalau saya sendiri kenapa ga mau lama-lama menatap tuh skripsi, jawabannya ga mau sedih lama-lama. Jadi biar jadi teman bisu saja di bufet.

  Pada malam ini sedikit mengubah sedih saya jadi senyum sambil berkata lirih, ini nih ilmu dan cara yang dulu sempet ada di benak, kenapa baru ketemu sekarang sama orang yang tahu apa yang saya mau ya....mungkin sayanya yang kurang beredar kali ya?....tapi jangan menyalahkan keadaan dan jangan berkatavsudah terlambat, karena pepatah mengatakan tidak ada kata terlambat dari pada tidak sama sekali, yang penting bergerak dan buktikan

     Banyak sekali ilmu setiap malam pertemuan di Belajar Menulis gelombang 23 ini, begitu juga malam ini mengenai membuat buku dari hasil karya tulis kita, kalau skripsi saya sendiri sudah jadul karena lulus sudah tahun kapan, soft filenyapun sudah lenyap, komputernyapun sudah gada, yang tinggal tinggal bukti fisik berupa hardcopi yang audah rapi dijilid, makanya sata tadi bilang ga mau lama- lama menatapnya suka sedih

  Banyak sekali manfaat dari karya ilmiah jika di bukukan, diantaranya yaitu:

1. Dapat dibaca oleh masyarakat umum

2. Buku dapay diperjualbelikan, sehingga dapat mendatangkan keuntungan material 

3. Bagi ASN bukan hanya sekedar untuk dapat poin angka kredit, tetapi PTK juga bisa mendapatkan poin publikasi ilmiah berupa buku

4. Jika buku hasil konversi karya ilmiah kita banyak yang membaca, juga banyak yang membeli, ada kemungkinan kita akan terkenal sebahai penulis dan ini merupakan keuntungan tersendiri

5. Dapat lebih menyebarkan ilmu karena banyak masyarakat umum yang membaca

Disini juga di paparkan dengan terinci perbedaan antara buku dengan KTI yaitu:

Format Buku:

~ Judul

~ Kata Pengantar

~ Prakata

~ Daftar Pustaka

~ Sinopsis

~ Profil Penulis

~ Gambar Indeks ( jika ada boleh di tambahkan )


Format KTI :

~ Judul

~ Lembar Pengesahan

~ Kata Pengantar

~ Halaman dan Persembahan

~ Daftar isi

~ Pendahuluan

~ Tinjauan Pustaka

~ Metode Penelitian

~ Pembahasan

~ kesimpulan

~ Daftar Pustaka

~ Lampiran


Cara mengkonfersi KTI menjadi buku :

A. Ubah Judul

Biasanya judul pada KTI menggunakan bahasa yang ilmiah, kaki, dan panjang judul lebih cenderung menggunakan bahasa populer, santai dan singkat, maksimal 6 sampai 6 kata

Contoh : 

Judul pada skripsinya yaitu : " Efektivitas metode SEM berbasis Mind Map untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran kimia kelas X SMA"

Ketika diubah menjadi judul buku, maka:

" Mudah Belajar Sains dengan Metode SEMMI."

Jadi akan lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah dibuat

B. Ubah Daftar Isi

Daftar isi pada umumnya pada karya ilmiah berupa :

Bab 1. Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

Bab 2. Batasan Teori

Bab 3. Metode dan Penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

Bab 4. Hasil Pembahasan

Bab 5. Penutup yang berisi kesimpulan dan saran

Namun ketika diubah menjadi sebuaj buku, maka daftar iso menjadi :

( ikuti pedoman 2W + 1 H ) yaitu :

Bab 1. ( Why) = menjelaskan pentingnya alasan penggunaan metode itu untuk pembelajaran. Masalah pembelajaran sains selama ini, dan lain-lain

Bab 2. (What) = menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas dari metode/ media/ model yang menjadi fokus dari tulisan

Bab 3, 4, 5, dan seterusnya (How) = menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya. Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI. Sebagai contoh:  Jika bab 2 KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi :

2.1. Hasil Belajar

2.2. Media Pembelajaran

2.3. Modul

2.4. Metoda Pembelajaran

2.5. Pembelajaran Berbasis Riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu : 

Sub bab 2.1 hasil belajar menjadi bab 2 buku

 Bab 2 Teori Belajar

2.1. Belajar

2.2. Permasalahan dan pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. Media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 Media Pembelajaran

3.1. Pengertian media

3.2. Jenis media

3.3. Manfaat media

Sub bab 2.3 modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 Mengenal modul

4.1. Pengertian modul

4.2. Karakteristik modul

4.3. Sistematika modul

4.4. Kelabihan modul

dan seterusnya hingga sub bab dan bab 2 selesai

Hanya dari bab 2 KTI saja, sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku, jadi perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasa ada pada bab 3 karya ilmiah

C. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang sebagai contoh : mind map kaitkanlah dengan tuntutan pembelajaran pada abad 21 yang menghabiskan peserta didik memiliki 4C yaitu, communications, collaboration, creativity, dan critical thinking atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran dimasa pandemi yang notabene jam mata pelajarannya dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjelaskan semua KD yang ada

D. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya berupa data penelitian yang pentingnya saja

E. Secara kebahasaan penyajian karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisannya bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreatifitas masing- masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya, yang terpenting upayakan agar pembaca memahami isi buku secara lengkap dan mengena

F. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blognya yang resmi seperti kemendikbud, go.id, jurnal ilmiah, ebook, atau karya ilmiah lainnya. Perlu di ingat hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress dan lainnya

G. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

H. Karya ilmiah versi buku minimal sebanyak 70 halaman formatnya A5 ukuran huruf, jenis huruf,  dan marginnya sesuai dengan aturan penerbit

I. Supaya tidak dikatakan selfplagiarisme, seharusnya tidak hanya sekedar copy paste KTI kita. Untuk di jadikan buku, kita haruslah tetap menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli

Jadi yang harus di garis bawahi sebagai catatan penting  dari materi malam ini yaitu : Bahwa membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja. Sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita miliki. Itu merupakan suatu kesalahan, Mengapa?,  karena akan menjadi selfplagiarisme untuk karya kita. Jadi kita harus mengubahnya terlebih dahulu  sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI yang asli






Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Blog dan Youtube Menghantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional

 Tanggal Pertemuan : Jum'at, 21 Januari 2022 Resume Ke                 : 3 Tema                           : Blok dan Youtube Menghantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional Nara Sumber            : Rita Wati, S.Kom Gelombang Ke         : 23 Nama Peserta         : Sri Maryani, S.Pd Bismillah    Malam yang cerah secerah semangat ku yang masih mantengin acara zoom WAGBM dari para nara sumber hebat berprestasi. Begitu juga pada malam pertemuan ke 3 ini yang di pandu oleh moderator bu Rosminiyati serta nara sumbernya bu Rita wati, S.Kom.     Membaca gelar nara sumbernya saja   sudah dapat di ketahui jago IT, saya salut dengan orang yang jago IT  karena saya akui ga lihai IT di mana usia  yang sudah kepala 4 mudah lelah dan yang saya bisa t...

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

  Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie Tanggal : 25 Pebruari 2022 Resume ke : 18 Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd Gelombang : 23 Malam pertemuan ini masih membahas tentang penerbit, karena saat ini begitu banyak penerbit, baik penerbit yang menyeleksi naskah yang masuk atau penerbit yang bisa mencetak semua naskah yang masuk Harga penerbitan buku pun beragam tergantung penerbit tersebut. Bisa tergantung jumlah halaman dan juga jumlah buku yang dicetak Hal ini sangat penting untuk para penulis ketahui dan mengenal penerbit sebelum mengirim naskah Pak Brian akan menjelaskan penerbit rekanannya, berdasarkan pengalaman pernah menerbitkan bukunya ber-ISBN dengan biaya terjangkau Saran dari pak Brian dalam memilih penerbit yaitu apakah kinerjanya memuaskan dan dapat dipercaya. Jangan sampai naskah yang sudah kita kirim tidak jelas nasibnya Pak Brian mencoba membantu untuk menghubungkan ke penerbit indie yan...

Mengenal Penerbit Indie

Mengenal Penerbit Indie Tanggal : 24 Pebruari 2022 Resume ke : 17 Tema : Mengenal Penerbit Indie Narasumber : Mukminin, S.Pd, M.Pd Gelombang : 23    Mukminin seorang mukmin, sosok yang bersahaja dan kebapak-an dilihat dari penampilannya https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html    Panggilannya Cak Inin, bapak hebat ini mulai menulis diusia 55 tahun dan bisa menghasilkan buku hasil dari resume belajar menulis PGRI    Hingga buku hasil resumenya terjual laris mencapai 500 sudah terjual, sungguh fantastis yang berjudul "jurus jitu menjadi penulis andal bersama pakar"    Ayo semangat menulis "Tiada kata terlambat untuk menulis dan menerbitkan buku (Cak Inin)" Diapun memberi semangat pada peserta menulis PGRI Gelombang 23 & 24 malam ini. https://cakinin.blogspot.com/2022/02/usia-56-tahun-aku-berkarya-dan.html   Kata-kata Mutiara sebagai motivasi diri: 1."Semua orang akan mati kecuali alam, maka tulislah sesuatu yang akan membah...