Kiat Menulis Cerita Fiksi
Tanggal Pertemuan : 9 Pebruari 2022
resume ke : 11
Tema : Kiat Menulis Cerita Fiksi
Nara Sumber : Sudomo, S.Pt
Gelombang : 23
Dingin menusuk, sedingin suasana malam ditemani hujan deras, sederas gairah membara ide dalam tulisan penuh inspirasi, inspirasi tuk terus berimajinasi dalam kreasi menulis cerita semoga menjadi profesi yang hakiki
Menulis cerita fiksi sekilas seperti mudah, karena tidaj perlu ada buku referensi, tidak perlu melakukan penelitian, tinggal tulis saja langsung.
Cerita tentang apa yang mau kita ceritakan, apa pengalaman pribadi, apa curhatan teman, atau apa yang kita lihat, gampangkan!
Eeiittt.....tidak seperti itu, ternyata dalam menulis cerita fiksi juga ada langkah-langkah dan unsur-unsurnya, walau di benak kita harus ditanamkan bahwa menulis itu mudah kita berharap untuk menulis
Supaya tulisan kita bagus dan menarik harus mengikuti langkah-langkah tersebut. Disini bapak Sudomo, S.Pt akan memberikan ilmunya dalam "tip menulis cerita fiksi"
Harus Belajar Menulis Fiksi, kenapa?
1. salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah *Literasi Teks Fiksi*. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.
2. menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, seorang guru dapat menyuarakan isi hati melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.
3. cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.
4. menulis fiksi bisa menjadi tambahan *poin* dan *koin*, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.
Syarat Bisa Menulis Fiksi
1. komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui blog atau kompetisi.
2. kemauan dan kemampuan melakukan riset. Lo, kok, cerita fiksi ada riset juga? Iya dong. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, tentang latar tempat.
3. banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan kokosa kata dan juga menemukan gaya.
4. mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah bahasa.
5. memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.
Unsur -unsur Pembangun Cerita Fiksi
1. tema yang merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.
2. premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: _Seorang yang Anda muda berjuang melawan kejahatan yang jahat yang akan menguasai dunia_. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.
3. alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.
4. penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
5. latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.
6. sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
Cara Menulis Cerita Fiksi
1. niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Masalah yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
2. perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.
3. ide dan genre terkait. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.
4. outline/kerangka karangan.
*Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
*Menentukan tema agar pembaca memahami lingkup cerita fiksi kita
*Membuat premis sesuai tema
*Menentukan deskripsi alur/plot berdasarkan unsurnya
*Menentukan penokohan kuat berdasarkan
jenis dan teknik penggambaran watak tokoh
dengan baik
*Tentukan latar/setting dengan
menunjukkan sisi eksotis dan detail
*Memilih sudut pandang penceritaan yang unik
5. mulailah menulis.
Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
*melakukan pengenalan tokoh dan latar belakang dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada pembaca
* Menguatkan sisi konflik tokoh internal dan eksternal
* Menggunakan pertimbangan logistik agar tidak cacat logika dan memperkuat imajinasi
* Memilih susunan yang pendek dan jelas
* Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)
*Membuat ending yang baik
6. swasunting setelah selesai menulis;
* Jangan menulis sambil ini
* Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, penggunaan kata baku dan istilah, aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
* Usahakan menempatkan diri pada posisi
sebagai penyunting agar tega menyunting
tulisan sendiri;
*Jangan lupa siapkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia (PUEBI).
❤Dari imajinasi bisa jadi cerita fiksi dengan kreasi hingga jadi sebuah literasi dari itu mari mulai beraksi❤
mantap materinya
ReplyDeleteTerimakasih banyak om jay
ReplyDeleteYuu, kita lanjut membuat ceri fiksi Bu Sri
ReplyDeleteBaru dapat 6 cerita bu itu jg berupa cerpen
DeleteSelamat malam dan tetap semangat Bu...
ReplyDeleteLengkap buuu....
ReplyDeleteMuaaaaantep
ReplyDeleteSemangat Ibu untuk membuat cerita fiksi
ReplyDeleteSemangat menulis bu
ReplyDeleteWow... Cerita fiksi hanya dapat diwujudkan dengan menulisnya. Sedangkan hal lain misalnya membaca, survey dan sejenisnya adalah pendukung nya...
ReplyDeleteWow keren sekali mbakk
ReplyDeleteMari beraksi Bu😊
ReplyDeleteMantap bu resumenya keren...
ReplyDeleteWah... Aq keselip sama bu sri maryani nie...😁
ReplyDeleteTampilan Blognya keren, resumenya juga mantap.
ReplyDelete