MENGATASI WRITER'S BLOCK
( WB )
Tanggal Pertemuan : 2 Pebruari 2022
Lanjutkan ke : 8
Tema : Writer's Block
Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd. gr
Gelombang : 23
Sepi nan syahdu, sesepi suasana rumah selepas bidadari kecil terlelap tidur. Nan syahdu, sesyahdu suasana hati menatap lembut wajah halus polos, ku panjatkan doa-doa mengiringi tidurnya begitu tenang, damai, melepas lelah
Segera ku buka gawai bergabung dengan Belajar Menulis acara yang sedang berlangsung seperti pertemuan sebelumnya terdiri dari 4 rangkaian acara yaitu :
1. Pembukaan
2. Pemaparan Materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup
Walau tertinggal tapi masih bisa mengikuti acara ini karena semua tertulis di chatan wa. Jd tidak memberatkan peserta bila tidak bisa hadir tepat waktu, ini membuat saya suka mengikuti Belajar Menulis di sini yang di galangi om jay, yang tahu sikon para peserta
1. Pembukaan
Ucapan salam oleh sang moderator ibu Widya setyaningsih, dua jam kedepan kita akan bersua bersama
Ibu Widya menampilkan cv narasumber yang akan mengisi materi malam ini
Ketika ku buka link cv dan membacanya, jd kaya lagu...."ku buka dan ku baca sampul berwarna merah ada namamu".....beda ya...bukan sampul tapi link hehee....tertera ibu muda beranak satu dengan segudang prestasi yang diraihnya, para narasumber yang mengisi pasti dengan segudang prestasi yang luar biasa, semoga saya bisa (berawal dari fantasi nanti jadi kenyataan aamiiin). Ditta Widya Utami, S.Pd. gr. itu nama pengisi materi pertemuannke 8 ini
2. Pemaparan Materi
Materi pertemuan malam ini dengan tema WRITER'S BLOCK apa itu ?Yuu...marie kita simak sampai selesai
Istilah writer's block dipopulerkan oleh psikoanalisis yang bernama Edmund Bergier
Writer's block kerap di alami oleh siapapun penulis pemula atau profesional, baik penulis puisi maupun, penulis artikel atau jurnal, penulis ilmiah muda atau tua, keadaan yang suka tiba-tiba lagi asik menulis kehilangan ide yang akhirnya mentok atau buntu
Writer's block umumnya tidak disebabkan oleh masalah komitmen atau kompetensi penulis
Writer's block merupakan suatu masalah yang harus bisa ditulis oleh seorang penulis karena bila didiamkan bisa berakibat fatal, seperti :sulit fokus, tidak ada inspirasi lambat dalam menulis, stres, frustasi di tambah bisa uring-uringan, malas, tidak passion lagi. Inilah tanda-tanda terserang gejala WRITER'S BLOCK
Writer's Block di dunia para penulis sudah seperti virus yang berbahaya dan harus waspadai serta segera ditangani sebelum meluluhlantahkan pekerjaan sebagai penulis
Bahkan gejala ini bisa terjadi pada para penulis dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan jika didiamkan sampai tahunan timbul gejala 3L, lelah, letih, lesu, yang mengakibatkan tidak produktif lagi dalam menulis
Berapa lama emangnya WB bisa menjangkiti dan hinggap pada penulis
Ini tergantung dari seberapa cepat seorang penulis mampu mengatasinya
Bagaimana dan apa solusi yang harus ditempuh bila sudah terserang WB ?
Ini jawaban dari solusi yang harus ditempuh dalam penanganan WRITER'BLOCK
Bila sudah terdeteksi sebagai penyebabnya maka yang harus dilakukan :
1. Coba metode/topik baru dalam menulis
Hal ini dikaitkan dengan minat menulis
Msal : lebih senang menulis cerpen maka ketika mencoba menulis puisi, maka akan merasa kesulitan dan lama untuk sampai bisa menghasilkan sebuah puisi, bisa jadi terserang writer's block (wb)
Mengapa? Mengapa bisa begitu, karena eh karena puisi itu lebih memiliki karakteristik tersendiri yaitu : padat makna dan penuh ke indahan, maka harus memiliki kehlian dan pemahaman yang harus dimiliki oleh sang penulis
Untuk menghindari agar tidak terjangkit WB yaitu: terus berlatih dan berlatih, serta belajar tak putus asa, maka dengan sendirinya WB akan menjauh dan kalah dengan semangat belajar yang kita pancarkan
2 . Stress/lelah fisik dan mental
Para peserta menulis disini dengan kegiatan dan pekerjaan yang melelahkan maka rawan penyakit WB, hati-hati karena tubuh kita bukan robot/mesin. Untuk menghindari virus WB yang kedua yaitu dengan ISTIRAHAT yang cukup, apabila badan cape bisa tiduran dulu atau rebahan sesaat.
Jika terasa suntuk atau stres menyerang maka lakukan apa yang kita senangi atau apa yang menjadi hobi, misal berkaraoke dulu 1 atau 2 lagu, bisa dengan melihat dan menyentuh tanaman hias di halaman rumah, memandanginya, melihat sekeliling, menfhirup udara sambil duduk santai di teras, bercanda dengan kesayangan, atau berkebun bisa juga dengan pergi traveling. Bila sudah terasa fress lagi maka ide/ inspirasi akan bermunculan dengan sendirinya di benak dan gairah menulispun tak terbendung lagi ingin segera menumpahkannya dalam kehanyutan asiknya dunia menulis
3. Terlalu perfeksionis
Yang namanya terlalu kesannya negatif jadi hindari yang terlalu-terlalu berlebihan begitu. Walau perfeksionis ini ada positifnya
Apa itu perfeksionis?
Perfeksionis adalah karakter atau sifat seseorang yang punya standar tinggi dan mengejar kesempurnaan. Rencana-rencananya, hasil kerjanya, dan lainnya. Pokoknya semua harus sempurna. Selain itu, mereka juga mengkritik diri sendiri secara berlebihan dan takut akan penilaian orang lain.
“Bagus dong. Jadi pekerjaan pasti bagus, nggak mageran, gigih, dan semuanya pasdipostingd”
Perfectionisme kills creativitas yaitu bahwa perfeksionis bisa menghilangkan kreativitas, mengapa demikian? Karena rasa ingin selalu menjadi yang sempurna. Padahal tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik sang pencipta
Contoh:
Bila menulis selalu dicela, yang akhirnya tidak berani diposting
misal : tulisan kamu itu belum bagus, masih banyak yang salahnya, belum sesuai dengan PUEBI, jadi jangan diposting bikin malu
Untuk mengatasi gejala WB yang terakhir ini yaitu dengan berlatih menulis, hilangkan terlalu ingin sempurna, tanamkan percaya diri, siap menerima kritikan, pantang menyerah.
❤semua orang pernah melakukan kesalahan dan dengan kesalahan kita bisa tahu kebenaran❤
3. Tanya Jawab
1. Pertanyaan yang menarik datang dari pak Zaki yaitu : Apakah overthinking denan WB sama ?
Jawaban bu Widya : Beda, karena overthinking lebih ke psikologi sedangkan WB lebih ke dampak dari sesuatu, bisa jadi overthinking menyebabkan WB
Penjelasan bu Widya : Beda, karena overthinking lebih ke psikologi sedangkan WB lebih ke dampak dari sesuatu, bisa jadi overthinking menyebabkan WB
Contoh : kekhawatiran yang timbul, buku saya bakal laku ga ya ? Bagaimana kalau gada yang membeli?
Nantinya malu ga ya ?
Kalau saya nulis diblog takut gada yang ngomentari dan takut banyak yang mengkritik pedas. Nah...kalau sudah seperti itu, maka masuk ke overthinking dan bisa terkena WB
4. Penutup
Closing
Niatkan kuat-kuat dalam hati
Aku ingin menulis 1000 buku
Dalam waktu 1000 tahun
Meskipun 1000 rintangan silih berganti menghadang
Jangan lupa bahagia walau apapun yang terjadi baik kemaren, sekarang, besok atau lusa
❤Tumpahkan semua rasa dalam goresan pena sampai apa yang kamu rasa menjadi terasa❤
Semangat Bunda... tulisannya apik dan mantap.
ReplyDeleteMakasih bu
DeleteSemangat ibu... Kelompokbbelakangan kita ini ya bu...heheh
ReplyDeleteHehe....iya ya bu yang penting masih semangat bu
Deletemantap Bu.. semangat
ReplyDeleteSemanggaattt
ReplyDeleteBagus Bu semangat terus ya
ReplyDeleteKeren blog & resumenya. Lanjut terus jaga komitmen.
ReplyDeleteClosingnya keren
ReplyDelete