JURNAL REFLEKSI DWI MINGGU CGP
Jurnal refleksi Dwi mingguan dalam tugas CGP kali ini saya menggunakan model Six Thinking Hats, dimana dilambangkan oleh warna topi dari masing- masing peristiwa yang dialami. Mari kita simak pengalaman saya ketika mengajarkan pada peserta didik pada dua Minggu pertama dalam kegiatan CGP :
1. Topi putih melambangkan informasi yang diperoleh berdasarkan pengalaman atau fakta. Informasi yang saya dapatkan pada peserta didik saingan banyak sekali diantaranya mengenai kebersamaan mereka sangat kuat dan kental, baik dalam kerja sama yang berhubungan dengan tugas pembelajaran seperti diskusi dan mengerjakan tugas kelompok ataupun dengan kegiatan kebersihan seperti piket kelas dan Jumat bersih. Toleransi dengan perbedaan sosial, gender, juga mereka bisa menjalin perteman dengan baik tidak ada yang signifikan. Kepedulian terhadap kegiatan ibadah juga sangat taat, karena peserta didik pada sekolah dimana saya mengajar semua beragama Islam. Sholat Dzuhur berjama'ah serta pengajian zuz amma rutin sebelum KBM. Terutama lagi mengenai norma atau ketika pada peserta didik begitu kental dengan kebiasaan dimasyarakat daerah tempat tinggal seperti kesopanan pada guru dan teman.
2.Berdasarkan hal tersebut fakta dan pengalaman yang saya dapati dan rasakan pada topi merah, Terdapat perasaan yang bangga, senang, dan terharu. Pada fenomena yang saya saksikan para peserta didik saya yang dengan sendirinya sebenarnya sudah terbentuk karakter Bawaan masing-masing. Serta pengaruh lingkungan kluarga, teman, dan sekitar tempat tinggal. Di sini kita tinggal lebih mengarahkannya. saya kaitkan fakta- fakta ini dalam kegiatan pembelajaran ketika saya terapkan diskusi, saya pernah menerapkan beberapa kali dalam diskusi terlihat kerjasama yang baik antar anggota kelompok bahkan antar kelompok yang satu
dengan kelompok lainnya.
3. Hal- hal positif yang bisa diambil dari diskusi yang terdapat pada peserta didik yaitu, saling menghargai pendapat, ide, wawasan pandangan, kerjasama, lebih bebas mereka mengutarakan idenya dengan sesama teman, semangat ketika menemukan hal baru dan suasana lain, duduk berkumpul dalam satu kelompok menambah keakraban yang dilambangkan topi kuning dalam model Six ini
4. Kendala lambanya topi hitam, yang saya jumpai ketika menerapkan diskusi dalam.pembelajaran yaitu masih terlihat diam.pada anak ketika terpisah dengan sahabatnya disini saya biasanya suka menyatukan mereka dalam satu kelompok, dengan tujuan supaya ide- idenya bisa lancar diutarakan serta biar dalam belajarnya tetap semangat. Karena ketika dipisahkan pernah ilhal ini juga saya terapkan dengan tujuan supaya bisa bersosial dengan yang lainnya atau lebih bisa berbaur dengan yang lainnya. Ada dua kejadian misal si A dan si B ini bersahabat, nah ketika mereka bersama dalam satu kelompok mereka begitu antusias bahkan bisa jadi yang memegang kendali dalam kelompoknya, tetapi ketika di pisahkan terkadang yang satu bisa berbaur dengan yang lainnya tetapi yang satunya malah semakin diam dan fasif karena gada teman dekat. Ada juga yang ketika dipisahkan dua-smduanya fasif ga bergairah.
.
5. Ide yang muncul dan tindakan yang saya lakukan ketika menjumpai peristiwa seperti ini, saya harus bisa menuntun anak agar bisa lebih berbaur dengan siapapun, dimanapun, jangan tergantung pada seseorang. Harus bisa menanamkan kemandirian dan bisa menerima kenyataan serta harus bisa menempatkan diri, kerjasama dengan siapapun. Siapa tahu kita tidak akan selalu bersama dengan sahabat kita dan disinilah kita harus bisa terus melangkah maju tanpa tergantung siapapun seperti itu yang saya terapkan. Tidak membedakan, tidak melih- milih, tidak mengelompokkan dalam arti perbedaan sosial, kultul, kebiasaan, gender, kemampuan.
6. Kesimpulan dari fakta dan kejadian yang saya alami ( topi biru ). Kemampuan saya semakin tertantang bukan hanya bisa sebagai pengajar yang hanya bisa mentransfer ilmu pada peserta didik tetapi harus lebih bisa juga dalam hal mendidik yaitu menuntun dan mengarahkan anak supaya anak tahu dan bisa dalam hal menerapkan dan bersikap dengan lingkungan. seperti halnya tadi ketika diskusi sianak bukan hanya pandai dalam materi tersebut dan begitu juga saya sebagai guru bukan hanya pandai menyampaikan materi tetapi disini sianak harus pandai juga dalam bersosial, bersikap, sayapun begitu sebagai guru harus bisa mengarahkan dan menuntun anak dalam sikapnya, dalam bersosialnya. Karena karakter anak pasti beragam disini saya harus pandai juga dalam memahami sikap, karakter, tabiat peserta didik, dari yang pendiam sampai yang ga mau diam, dari yang pemalu sampai yang super PD

Comments
Post a Comment