Skip to main content

Yuuu...Tingkatkan Kepedulian Terhadap Lingkungan

 


      Ketika melihat pemandangan seperti gambar diatas pasti akan berkata ih sampah, bau, kotor, jorok, membawa penyakit, dan lain-lain saat lewat pasti dengan otomatis menutup hidung dan menahan napas karena takut terhirup bau yang tidak sedap, takut sumber penyakit terhisap

   Masalah sampah tak habis habisnya selalu jadi polemik di mana-mana, dulu mungkin hanya di perkotaan yang penduduknya padat 

   Bahkan TPS yang sudah di tentukan di protes warga karena keberatan dengan baunya dan efek dari timbunan sampah dekat dengan pemukiman warga



   Masalah sampah yang tidak tertangani, karena masyarakat bingung mau buang ke mana, di bakar sendiri gada tempat toh rumah berjejal, bisa- bisa di protes warga karena asapnya, di buang di kebun gada tanah kosong atau kebun, petugas pengangkut sampah belum ada, atau mungkin masyarakatnya sendiri yang suka telat bayar iuran buat tukang pengangkut sampahnya yang akhirnya telat datang 

   ujung-ujungnya sampah rumah tangga di tiap rumah terus bertambah dan menumpuk masyarakatpun bingung harus kemana membuangnya, jalan pintas yang penting jauh dari rumah sendiri, lempar ke pinggir sungai atau tempat sepi ujung jalan 

   Satu, dua, tiga orang melakukan itu satu, dua, tiga kantong plastik isi sampahpun mulai mengisi tempat tersebut yang lama- lama diikuti oleh warga lain yang senasib bingung buang limbah rumah tangga, lama- kelamaan jadi gundukan sampah

   Walau tidak jarang larangan berupa tulisan di larang buang sanpah di sini, jangan buang sampah sembarangan dan lain-lain berupa peringatan tapi tulisan tinggal tulisan hanya di baca tanpa di taati, walau di taati hanya berlaku dua sampai tiga hari setelah itu masyarakatpun mulai lagi membuang sampah sembarangan


   Sudah berbagai cara di lakukan supaya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan menjaga lingkungan dari tumpukan sampah yang tidak sedap untuk di pandang terutama buat kesehatan
   Selain peringatan tulisan juga peringatan berupa dipasang pagar sekitar sungai, di tutupnya sekitar jembatan memakai kayu atau seng dengan harapan masyarakat sadar tidak lagi membuang sampah di tempat tersebut

   Bahkan sekarang masalah sampah bukan hanya di perkotaan di pedesaanpun sudah menjadi polemik yang rumit harus turun tangan dan melibatkan perangkat desa sebagai yang berwenang mengatur warga

   Petugas pengangkut sampah juga yang jaman dulu hanya ada di perkotaan kini di pedesaanpun sudah berlaku, di bangunnya sarana tempat pembakaran sampah di tiap desa
   Dulu semua ini, seperti petugas pengangkut sampah yang tiap hari dengan motor catornya keliling untuk mengangkut sampah di tiap rumah, tempat pembakaran sampah, tidak pernah saya jumpai di desa, kini menjadi pemandangan tiap hari. 
   Sekalinya pengangkut sampah bolos atau telat wargapun sudah pada ngedumel karena sampah gada yang ngangkut.

Mengapa masalah sampah menjadi polemik yang gada habis-habisnya di bahas? Apa faktor penyebabnya? Bagaimana cara menanggulanginya?

Kita bahas satu persatu

Faktor penyebab :
 👉 Penduduk semakin padat
👉 Jenis sampah yang semakin beragam
👉 Kesadaran masyarakat masih kurang
👉 Keperdulian terhadap lingkungan bersih masih sedikit
👉 Sikap cuek masyarakat 
   Cara penanggulangannya :
👉 Penduduk semakin padat, karena jumlah penduduk yang semakin banyak ini berpengaruh terhadap lahan kosong, di mana banyaknya di bangun pemukiman selain itu pendudukpun terus bereproduksi yang mengakibatkan semakin banyak jiwa maka semakin banyak makanan, baha, alat yang di pakai berakibat semakin banyak pula sampah rumah tabgga yang di hasilkan

👉 Jenis sampah yang semakin beragam, jenis sampah sekarang sangat berbeda di jaman dulu. Sekarang banyak bahan yang terbuat dari plastik atau bahan yang lama hancur, seperti bahan yang sering di pake makanan walau praktis tapi kalau sudah di buang jadi sampah sangat butuh waktu lama untuk bisa hancur, bahkan tidak bisa hancur. 
    Plastik- plastik sering di pakai untuk makanan yang di bungkus, masyarakat tidak sedikit yang membeli makanan supaya praktis dan di bawa pulang, seperti baso, es, cilok, dan lain-lain. Wadah makanan lainnya yang sering di gunakan diantaranya lagi ada Alumunium foil, styrofoam. Selain wadah makan yang susah di bakar juga yaitu popok celana bayi yang cukup tebal dan basah walau di bakar memerlukan minyak tanah untuk bisa hancur, sedangkan minyak tanah sudah agak sulit di dapat dan harganya cukup mahal, ini juga yang membuat masyarakat malas untuk membakar sampah tersebut. Bahkan madyarakat sudah menjadi kebiasaan jaman sekarang menggunakan yang praktis- praktis

   Styrofoam tempat makanan yang banyak di gunakan


 Makanan dengan menggunakan Alumunium foil 


👉 Kesadaran masyarakat yang masih kurang dalam membuang sampah, faktor mager ( males gerak ). Setelah makan plastik bekas tempat makananpun asal buang saja dengan alasan tempat keranjang sampahnya jauh, keranjang sampahnya ga di sediakan, ada petugas kebersihan ini 

👉 Keperdulian terhadap lingkungan bersih masih sedikit, diam di tempat bersih semua orang suka tapi untuk menjaga kebersihannya masih sedikit orang yang perduli, melihat sampah satu saja enggan tuk membuang ke tong sampah padahal sudah di sediakan dengan alasan siapa yang membuang bukan saya ini, masih ada rasa gengsi bila buang sampah 

👉 Sikap cuek masyarakat, masih ga peduli bila ada yang membuang sampah seenaknya, sikap acuh, bodo amat atau EGP. Ga enak negur orang, takut marah dan tersinggung
   
   Nah....kalau semua itu kita rasakan, harusnya mulai menyadarkan diri dari sekarang untuk menjadi masyarakat yang satu sama lain saling sadar akan lingkungan bersih, saling menjaga, kebersihan sebagian dari iman 
Annadhofatu minal iman merupakan salah satu hadist Rasulullah SAW yang menekankan bahwasanya setiap muslim haruslah senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Pasalnya lafadz annadhofatu minal iman jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti “Kebersihan adalah sebagian dari pada iman
   

    

   


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Blog dan Youtube Menghantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional

 Tanggal Pertemuan : Jum'at, 21 Januari 2022 Resume Ke                 : 3 Tema                           : Blok dan Youtube Menghantarkanku Menjadi Guru Inspiratif Terbaik Tingkat Nasional Nara Sumber            : Rita Wati, S.Kom Gelombang Ke         : 23 Nama Peserta         : Sri Maryani, S.Pd Bismillah    Malam yang cerah secerah semangat ku yang masih mantengin acara zoom WAGBM dari para nara sumber hebat berprestasi. Begitu juga pada malam pertemuan ke 3 ini yang di pandu oleh moderator bu Rosminiyati serta nara sumbernya bu Rita wati, S.Kom.     Membaca gelar nara sumbernya saja   sudah dapat di ketahui jago IT, saya salut dengan orang yang jago IT  karena saya akui ga lihai IT di mana usia  yang sudah kepala 4 mudah lelah dan yang saya bisa t...

Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie

  Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie Tanggal : 25 Pebruari 2022 Resume ke : 18 Tema : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd Gelombang : 23 Malam pertemuan ini masih membahas tentang penerbit, karena saat ini begitu banyak penerbit, baik penerbit yang menyeleksi naskah yang masuk atau penerbit yang bisa mencetak semua naskah yang masuk Harga penerbitan buku pun beragam tergantung penerbit tersebut. Bisa tergantung jumlah halaman dan juga jumlah buku yang dicetak Hal ini sangat penting untuk para penulis ketahui dan mengenal penerbit sebelum mengirim naskah Pak Brian akan menjelaskan penerbit rekanannya, berdasarkan pengalaman pernah menerbitkan bukunya ber-ISBN dengan biaya terjangkau Saran dari pak Brian dalam memilih penerbit yaitu apakah kinerjanya memuaskan dan dapat dipercaya. Jangan sampai naskah yang sudah kita kirim tidak jelas nasibnya Pak Brian mencoba membantu untuk menghubungkan ke penerbit indie yan...

Mengenal Penerbit Indie

Mengenal Penerbit Indie Tanggal : 24 Pebruari 2022 Resume ke : 17 Tema : Mengenal Penerbit Indie Narasumber : Mukminin, S.Pd, M.Pd Gelombang : 23    Mukminin seorang mukmin, sosok yang bersahaja dan kebapak-an dilihat dari penampilannya https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html    Panggilannya Cak Inin, bapak hebat ini mulai menulis diusia 55 tahun dan bisa menghasilkan buku hasil dari resume belajar menulis PGRI    Hingga buku hasil resumenya terjual laris mencapai 500 sudah terjual, sungguh fantastis yang berjudul "jurus jitu menjadi penulis andal bersama pakar"    Ayo semangat menulis "Tiada kata terlambat untuk menulis dan menerbitkan buku (Cak Inin)" Diapun memberi semangat pada peserta menulis PGRI Gelombang 23 & 24 malam ini. https://cakinin.blogspot.com/2022/02/usia-56-tahun-aku-berkarya-dan.html   Kata-kata Mutiara sebagai motivasi diri: 1."Semua orang akan mati kecuali alam, maka tulislah sesuatu yang akan membah...